Hari Lupus, Apasih lupus itu?


WORLD LUPUS DAY - MAY 10
Peringatan tahunan ke 16 dari Hari Lupus Dunia. 
Defenisi
Lupus atau odapus adalah penyakit autoimun (sistem imun atau kekebalan tubuh yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri) yang kronis dan dapat merusak bagian tubuh mana pun (kulit, persendian, dan /atau organ). "Kronis" berarti tanda dan gejalanya cenderung bertahan lebih lama dari enam minggu dan bersifat menahun.

Kata lupus yang bahasa latinnya diartikan sebagai "anjing hutan" telah dikenal sejak 1 abad lalu. Dulunya, penderita lupus dianggap sebagai orang yang memiliki kelainan pada kulit. Dimana tanda awal dari penyakit ini adalah munculnya abercak merah di bagian wajah terutama pipi, badan terasa panas, rambut mulai rontok, adanya pembengkakan pada sendi.

Lupus tidak sama dengan kanker. Kanker adalah suatu kondisi jaringan ganas, abnormal yang tumbuh dengan cepat dan menyebar ke jaringan di sekitarnya.
Lupus tidak sama dengan HIV (Human Immune Deficiency Virus) atau AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Dalam HIV atau AIDS sistem kekebalan tubuh kurang aktif; pada lupus sistem kekebalan tubuh terlalu aktif.

Fakta
The Lupus Foundation of America memperkirakan bahwa setidaknya lima juta orang di seluruh dunia, memiliki kemungkinan terjangkit lupus.
penyakit yang lebih menyerang wanita dibandingkan dengan laki-laki
Sebagian besar penderita lupus menderita penyakit ini antara usia 15-44 tahun.
Orang dengan lupus dapat mengalami gejala seperti rasa sakit, kelelahan ekstrim, rambut rontok, masalah kognitif, dan gangguan fisik. Beberapa diantaranya menderita penyakit kardiovaskular, stroke, ruam, dan gangguan persendian. Namun terdapat juga gejala yang tidak terlihat.

Penyebab
Penyebab terjadinya lupus pada seseorang hingga saat ini belum diketahui, namun dicurigai dipengaruhi oleh beberapa faktor genetik, hormon dan lingkungan.
Genetik: Ada puluhan varian genetik yang diketahui terkait dengan lupus. Gen-gen ini berdampak pada siapa yang terkena lupus dan seberapa parahnya penyakit tersebut. 20 persen penderita lupus memiliki orang tua atau saudara kandung yang sudah menderita lupus. Sekitar 5 persen dari anak-anak yang lahir dari individu dengan lupus akan menderita penyakit ini.

Hormon. Hormon estrogen yang dihasilkan oleh wanita memiliki resiko 9 kali lebih tinggi dibanding hormon androgen yang dihasilkan dari tubuh pria. Sehingga kebanyakan penderita penyakit ini adalah wanita.

Lingkungan. Lingkungan yang kurang sehat juga dapat memperbesar resiko akan penyebab penyakit lupus, misalnya lingkungan berpolusi, lingkungan beracun, asap rokok, silika, merkuri.

4 Jenis Lupus
a.       Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE). Sekitar 70% penderita menderita jenis ini.
Lupus ini terjadi secara menyeluruh (sistemik) pada tubuh penderita dan merupakan jenis lupus yang paling sering terjadi. Dinamakan lupus sistemik dikarenakan terjadi pada berbagai organ, terutama sendi, ginjal, dan kulit. Gejala utamanya adalah inflamasi kronis pada organ-organ tersebut.
b.      Lupus eritematosus kutaneus (cutaneous lupus erythematosus/CLE). Sekitar 10% penderita menderita jenis ini
Merupakan manifestasi lupus pada kulit yang dapat berdiri sendiri atau merupakan bagian dari SLE. CLE dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu acute cutaneous lupus erythematosus (ACLE), subacute cutaneous lupus erythematosus (SCLE), dan chronic cutaneous lupus erythematosus (CCLE).
c.       Lupus akibat penggunaan obat. Sekitar 10 % penderita menderita jenis ini.
Beberapa jenis obat dapat menimbulkan gejala yang terlihat mirip dengan gejala lupus, pada orang yang tidak menderita SLE. Akan tetapi jenis lupus ini bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya beberapa bulan setelah berhenti mengonsumsi obat yang memicu gejala lupus tersebut. Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan lupus jenis ini, antara lain metildopa, procainamide, D-penicillamine (obat untuk mengatasi keracunan logam berat), serta minocycline (obat jerawat).
d.      Lupus Eritematosus Neonatal
Lupus eritematosus neonatal merupakan jenis lupus yang terjadi pada bayi baru lahir. Lupus neonatal diakibatkan oleh autoantibodi, yaitu anti-Ro, anti-La, dan anti-RNP. Ibu yang melahirkan anak yang menderita lupus eritematosus neonatal belum tentu mengidap lupus. Biasanya lupus eritematosus neonatal hanya terjadi pada kulit dan akan menghilang dengan sendirinya. Namun pada kasus yang lebih jarang, lupus neonatal dapat menyebabkan congenital heart block, yaitu gangguan irama jantung pada bayi baru lahir. Kondisi ini dapat diatasi dengan cara memasang alat pacu jantung.

Pencegahan
- Hindari stres berlebih
- Rutin berolahraga
- Hindari kebiasaan merokok
- Istirahat yang cukup
- Pahami kondisi tubuh
- Hindari paparan sinar matahari di siang hari
- Konsumsi makanan sehat, seperti buah kaya antioksidan, sayuran hijau, omega 3, dan makanan sehat lainnya.

Pengobatan
SLE tidak bisa disembuhkan, pengobatan dilakukan untuk mengurangi tingkat gejala serta mencegah kerusakan organ pada pengidap SLE. Beberapa puluh tahun yang lalu, SLE dipandang sebagai penyakit terminal yang berujung kepada kematian. Ketakutan ini disebabkan oleh banyaknya pengidap pada saat itu yang meninggal dunia akibat komplikasi dalam kurun waktu 10 tahun setelah didiagnosis mengidap SLE. Berkat pengobatan SLE yang terus berkembang, hampir semua pengidap SLE saat ini dapat hidup normal atau setidaknya mendekati tahap normal.

Posting Komentar

0 Komentar