11 April: Hari Parkinson internasional





Penyakit Parkinson adalah penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengoordinasikan gerakan tubuh motorik.
Penyakit Parkinson terkait dengan kerusakan atau kematian sel saraf di bagian otak yang disebut susbstantia nigra. (Substantia nigra adalah bahasa Latin untuk "substansi hitam", yang menunjukkan fakta bahwa bagian-bagian dari substantia nigra tampak lebih gelap daripada daerah sekitarnya karena tingginya tingkat neuromelanin).

Penyebab:
Penyebab belum diketahui secara pasti, namun ada 2 alternatif teori:
Satu: kematian sel saraf penghasil dopamin
Berkurangnya produksi dopamin sehingga gerakan tubuh melambat menyebabkan sesorang menderita penyakit Parkinson. Dopamin bertindak sebagai pembawa pesan antara dua area otak, yaitu substantia nigra dan corpus striatum, untuk menghasilkan gerakan yang halus dan terkendali.
Kurangnya dopamin karena hilangnya sel-sel penghasil dopamin di bagian substantia nigra. Ketika jumlah dopamin terlalu rendah, komunikasi antara substantia nigra dan corpus striatum menjadi tidak efektif. Akibatnya, gerakan tubuh pun menjadi terganggu.
Dua: munculnya badan Lewy
Mutasi gen NCA (gen yang mengkode protein penghasil alpha-synuclein): neuron dopaminergik menunjukkan kelainan pada kompleks mitokondria 1, yang menyebabkan agregasi alpha-synuclein; hal ini dapat mengakibatkan munculnya protein abnormal dan kematian neuron
gumpalan abnormal yang disebut badan Lewy yang mengandung protein alpha-synuclein ditemukan di banyak sel otak pengidap Penyakit Parkinson

Gejala:
Gejala utama penyakit Parkinson termasuk (1) tremor, (2) kekakuan, (3) lamban dalam melakukan gerakan (bradikinesia), dan (4) koordinasi tubuh yang terganggu.
Seseorang yang mengidap Penyakit Parkinson memiliki gerakan berjalan yang khas, yaitu dengan posisi membungkuk dan ayunan lengan yang berkurang atau tidak ada. Pengidap mungkin menjadi sulit untuk mulai berjalan dan bergantian. Pengidap juga dapat menjadi kaku pada pertengahan langkah dan jatuh ke depan saat berjalan..
Gejala lain termasuk gangguan pada postur, kelelahan, kelainan tidur, dan suasana hati yang tertekan.
Menurut The Parkinson's Disease Foundation, gejala yang sering terjadi terbagi menjadi 5 tahap, antara lain:
Stadium 1, dengan gejala ringan dan tidak mengganggu kualitas hidup pengidap.
Stadium 2, dengan gejala yang mulai memburuk. Ini ditandai dengan sulitnya melakukan kegiatan sehari-hari dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikannya.
Stadium 3 yang dianggap sebagai penyakit parkinson stadium menengah. pengidap mulai kehilangan keseimbangan, lebih lambat bergerak, dan mudah sekali terjatuh. Selain itu, pengidap semakin sulit dalam melakukan aktivitas ringan sehari-hari, misalnya saat berpakaian, makan, dan menyikat gigi.
Stadium 4, dengan gejala yang menjadi lebih berat. Pengidap membutuhkan bantuan ketika berjalan dan melakukan kegiatan sehari-hari.
Stadium 5 adalah stadium paling lanjut dari penyakit parkinson. Pengidap tidak dapat berjalan dan akan membutuhkan bantuan seumur hidupnya
Pengobatan:
Walau tidak dapat diobati, Penyakit Parkinson dapat dicegah.
Berolahraga dan rutin mengonsumsi makanan kaya antioksidan dipercaya dapat mengurangi risiko sesorang terkena Penyakit Parkinson.

Meski sudah diketahui bahwa kekurangan dopamin menyebabkan gejala motorik Ppenyakit parkinson, tapi tidak jelas mengapa sel-sel otak yang menghasilkan dopamin memburuk. Studi genetik dan patologis telah mengungkapkan bahwa berbagai proses seluler, peradangan, dan stres yang disfungsional dapat berkontribusi terhadap kerusakan sel.

Selain itu, gumpalan abnormal yang disebut badan Lewy yang mengandung protein alpha-synuclein ditemukan di banyak sel otak pengidap Penyakit Parkinson. Fungsi rumpun ini dalam kaitannya dengan penyakit parkinson tidak dapat dipahami. Secara umum, para ilmuwan menduga bahwa kehilangan dopamin disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Faktor risiko untuk penyakit parkinson meliputi:

Usia. Orang dewasa muda jarang mengalami penyakit parkinson. Penyakit ini biasanya mulai menyerang usia paruh baya hingga usia lanjut, dengan peningkatan risiko seiring bertambahnya usia. Usia 60 tahun atau lebih akan lebih berisiko terserang penyakit ini.
Keturunan. Memiliki kerabat dekat dengan penyakit parkinson akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Namun, risiko ini terbilang kecil, kecuali pengidap memiliki banyak kerabat dalam keluarga dengan riwayat penyakit parkinson.
Jenis kelamin. Pria lebih sering mengidap penyakit parkinson daripada wanita.
Paparan racun. Paparan herbisida dan pestisida diduga meningkatkan risiko penyakit parkinson.

Posting Komentar

0 Komentar