Home » , , » HIPOTESIS ENDOSIMBIOSIS dan BANTAHANNYA

HIPOTESIS ENDOSIMBIOSIS dan BANTAHANNYA

Endosymbiosis
Tentang teori endosimbiosis ini saya tidak berhipotesis akan benar atau salahnya teori tersebut karena teori ini pun berupa hipotesis. Namun sebagai sebagai orang Islam saya tidak akan pernah sekalipun percaya terhadap teori evolusi dan teori-teori yang mendukungnya, yang selalu meniadakan aspek ketuhanan dan memberikan hipotesis-hipotesis khayalan. Saya disini akan menuliskan/mengutip pendapat-pendapat para ilmuwan dari buku-bukunya.
              Suatu ide yang dikemukakan oleh seorang ahli biologi Rusia awal abad
ke-20, C. Mereschkovsky, dan dikembangkan secara luas oeh Lynn Margulis dari
University of Massachusetts, adalah hipotesis endosimbiosis berseri(serial endosymbiosis) yang menyatakan bahwa mitokondria dan kloroplas pada awalnya adalah prokariota kecil yang hidup di dalam sel prokariota yang lebih besar. (Istilah endosimbion digunakan untuk sel yang hidup di dalam sel lain, yang disebut sel inang). Nenek moyang mitokondria diperkirakan adalah heterotrofik aerobik yang menjadi endosimbion. Nenek moyang kloroplas pada eukariota awal diperkirakan adalah prokariota fotosintetik, kemungkinan sianobakteri, yang menjadi endosimbion. Bisa jadi nenek moyang prokariotik mitokondira dan klorplas pada awalnya masuk ke dalam sel inang sebagai mangsa yang tidak tercerna atau sebagai parasit internal.
             Sel inang itu mungkin sebelumnya telah memiliki suatu sistem endomembran. Dengan cara apapun hubungan itu dimulai, tidak sulit membayangkan bahwa simbiosis akhirnya menjadi menguntungkan secara mutualistik. Inang heterotrofik dapat memperoleh zat-zat makanan dari endosimbion fotosintetik. Dan pada dunia yang semakin aerobik, suatu sel yang sendirinya telah anaerobik akan diuntungkan dari endosimbion aerobik tersebut, yang mengubah oksigen menjadi menguntungkan. Dalam proses menjadi saling tergantung itu, inang dan endosimbion menjadi suatu organisme tunggal, dan bagian-bagiannya menjadi tidak terpisahkan lagi. Hampir semua eukariota, baik heterotrofik ataupun autotrofik, memiliki mitokondria atau sisa-sisa genetik organel tersebut. Akan tetapi hanya eukariota fotosintetik yang memiliki klroplas. Dengan demikian, hipotesis endosimbion berseri (serangkaian peristiwa endosimbiotik) mengasumsikan bahwa mitokondria berkembang sebelum kloroplas.
                                                             sumber:  http://endosymbiotichypothesis.wordpress.com/
Bukti-bukti yang mendukung suatu asal mula endosimbiotik kloroplas dan mitokondria meliputi adanya hubungan endosimbiotik di dunia modern sekarang ini. Bukti-bukti lain adalah kemiripan ukuran kloroplas dan mitokondria yang bisa jadi sangat tepat untuk dikatakan sebagai keturunan bakteri.  Membran bagian dalam kloroplas bagian dalam mitokondria kemungkinan berasal dari membran prokariotik simbiotik, memiliki beberapa enzim dan sistem transpor yang mirip dengan ditemukan pada membran plasma prokariota modern. Mitokondria dan kloroplas bereplikasi melalui suatu proses yang mengingatkan kita pada proses pembelahan biner pada bakteri. Kloroplas dan mitokondria mengandung genom yang terdiri dari molekul DNA sirkuler yang tidak berikatan dengan histon atau protein lain, sebagaimana halnya pada sebagian besar prokariota.
          Dalam hal ukuran, karakteristik biokimia, dan sensitivitas terhadap antibiotik tertentu, ribosom kloroplas lebih mirip dengan ribosom prokariotik daripada dengan ribosom di luar kloroplas dalam sitosol sel eukariotik. Ribosom mitokondria sangat bervariasi dari satu kelompok eukariota dengan kelompok lainnya, akan teteapi ribosom mitokondria umumnya lebih mirip dengan ribosom prokariota dibandingkan dengan pasangannya di sitoplasma eukariotik. Sistematika molekuler juga menunjukkan bahwa kloroplas dan mitokondria berasal mula dari bakteri. RNA ribosomal kloroplas, yang ditranskripsikan dari gen di dalam organel tersebut lebih mirip dalam hal urutan basanya dengan bakteri fotosintetik tertentu daripada dengan RNA ribosomal kloroplas, yang ditranskripsikan dari DNA nukleus.
          Semua  kutipan di atas bersumber dari buku Biologi Campbell jil. 2 yang secara lugas dia menyatakan(dalam bukunya) bahwa seluruh isi bukunya berdasar pada teori evolusi darwin dan teori evolusi modern yang mendukungnya. Sebagai teori evolusi modern yang mendukung pendapat darwin, Lynn margulis mendapat kecaman keras oleh ilmuwan-ilmuwan lain yang notabene tidak pernah sama sekali mendukung teori evolusi, diantaranya Harun Yahya, Prof. Ali Demirsoy dan pernyataan keraguan seorang ahli biologi Jerman Hoimar von Ditfurth.
 

BANTAHAN TEORI ENDOSIMBOSIS                                                                                             Hipotesis endosimbiosis didasarkan pada fakta bahwa mitokondria sel hewan dan kloroplas sel tumbuhan mengandung DNA tersendiri, yang terpisah dari DNA di dalam inti sel inang. Jadi, atas dasar ini, digagas bahwa mitokondria dan kloroplas sekali waktu adalah sel-sel mandiri yang hidup bebas. Akan tetapi, ketika kloroplas dipelajari lebih dalam, bisa dilihat bahwa pernyataan ini tidak sesuai.                                                          Di bawah ini sejumlah hal yang membantah hipotesis endosimbiosis:
1- Jika kloroplas, khususnya, dulunya sel mandiri, lalu seharusnya hanya ada satu hasil ketika kloroplas dimakan oleh sel yang lebih besar: yaitu, dicerna oleh sel inang dan digunakan sebagai makanan. Ini yang seharusnya terjadi, sebab bahkan jika kita menganggap bahwa sel inang yang bersangkutan tak sengaja menelan masuk suatu sel dari luar, bukan sengaja mencernanya sebagai makanan, bagaimana pun enzim-enzim percernaan sel inang seharusnya menghancurkannya. Tentu saja, beberapa evolusionis telah memperkirakan rintangan ini dengan mengatakan, “enzim-enzim pencernaan telah lenyap.” Tetapi, inilah pertentangan yang nyata, sebab jika enzim pencernaan lenyap, sel akan mati karena kekurangan gizi.
2- Kembali, mari kita anggap semua kemustahilan itu terjadi dan sel yang dinyatakan sebagai moyang kloroplas ditelan sel inangnya. Dalam hal ini, kita dihadapkan dengan masalah lain: cetakbiru semua organel di dalam sel terkodekan di dalam DNA. Jika sel inang menggunakan sel-sel lain itu yang dimakannya sebagai organel, maka semua informasi yang dibutuhkan tentang sel-sel itu telah ada dan terkodekan di dalam DNA. DNA sel-sel yang dimakan akan memiliki informasi milik sel inangnya. Tak hanya keadaan seperti ini mustahil, dua DNA yang berbeda milik sel inang dan sel yang dimakan harus juga saling cocok setelah itu, suatu hal yang juga jelas mustahil.
3- Ada keselarasan besar di dalam sel yang tidak bisa dijelaskan oleh mutasi acak. Ada lebih dari satu kloroplas dan satu mitokondria di dalam sel. Jumlah keduanya naik dan turun sesuai dengan tingkat kegiatan sel, sama seperti organel-organel lain. Keberadaan DNA dalam badan organel-organel ini juga bermanfaat di dalam perkembanganbiakan. Sambil sel membelah, semua kloroplas yang berjumlah banyak itu juga membelah, dan pembelahan sel terjadi dalam waktu yang lebih singkat dan lebih teratur.
4- Kloroplas adalah pembangkit tenaga yang mutlak pentingnya bagi sel tumbuhan. Jika organel-organel ini tak menghasilkan energi, banyak fungsi sel tidak akan berjalan, yang berarti bahwa sel tak bisa hidup. Fungsi-fungsi ini, yang begitu penting bagi sel, berlangsung dengan protein-protein hasil sintesis di kloroplas. Namun, DNA kloroplas sendiri tak cukup untuk mensintesis protein-protein ini. Sebagian terbesar protein disintesis menggunakan DNA inang di dalam inti sel.
Sementara keadaan yang dibayangkan oleh hipotesis endosimbiosis ini terjadi lewat sebuah proses coba-coba, pengaruh apakah yang akan mengenai DNA sel inang? Sebagaimana telah kita lihat, setiap perubahan pada suatu molekul DNA pasti tidak menghasilkan manfaat pada organisme itu; sebaliknya, mutasi yang demikian sudah pasti membahayakan. Di dalam bukunya, The Roots of Life (Akar-akar Kehidupan), Mahlon B. Hoagland menjelaskan keadaan ini:
Anda akan teringat bahwa kita belajar bahwa hampir selalu sebuah perubahan pada DNA organisme merugikan organisme itu; yakni, membawa ke penurunan kemampuan bertahan hidup. Dengan analogi, penambahan ucapan yang acak pada drama-drama Shakespeare tidak mungkin menambah keindahannya! Azas bahwa perubahan-perubahan DNA berbahaya karena mengurangi peluang bertahan hidup berlaku apakah sebuah perubahan pada DNA disebabkan oleh mutasi, atau pun oleh sejumlah gen asing yang sengaja kita masukkan.
Pernyataan yang diajukan oleh evolusionis tidak didasarkan pada percobaan ilmiah, sebab belum pernah teramati satu bakteri memakan. Dalam timbangan atas buku lain Margulis, Symbiosis in Cell Evolution (Simbiosis dalam Evolusi Sel), ahli biologi molekuler P. Whitfield menggambarkan situasi ini:
Endositosis prokariotis adalah mekanisme sel di dalam mana keseluruhan SET (Serial Endosymbiotic Theory—Teori Endosimbiotis Beruntun) agaknya berhenti. Jika satu prokariot tidak bisa menelan prokariot lain, sulit membayangkan cara endosimbiosis bisa terbentuk. Sayangnya bagi Margulis dan SET, tidak ada contoh mutakhir endositosis prokariotis atau endosimbiosis.
 Profesor Ali Demirsoy misalnya, membuat pengakuan berikut ini:
Fotosintesis adalah peristiwa yang sangat rumit, dan tampak mustahil muncul hanya pada sebuah organel di dalam sel (karena mustahil semua tahap muncul bersamaan, dan tak ada gunanya jika semuanya muncul terpisah).

Ahli biologi Jerman Hoimar von Ditfurth mengatakan bahwa fotosintesis itu sebuah proses yang mungkin tak bisa dipelajari:
Tidak ada sel yang memiliki kemampuan ‘mempelajari’ sebuah proses dalam pengertian yang sebenarnya. Mustahil bagi sel mana pun muncul dengan kemampuan mempelajari fungsi-fungsi seperti pernapasan atau fotosintesis, baik ketika kali pertama mewujud, atau pun sesudahnya di dalam kehidupan.
Karena fotosintesis tak bisa berkembang sebagai hasil ketaksengajaan, dan setelah itu tak bisa dipelajari oleh sel, tampaknya sel-sel tumbuhan pertama yang hidup di bumi dirancang khusus melakukan fotosintesis. Dengan kata lain, tetumbuhan diciptakan dengan kemampuan berfotosintesis.


Referensi
Campbell, Neil A dkk. 2000. Biologi Ed.5 jil.2. Terjemah: Wasmen Manalu. Jakarta: Erlangga.
Yahya, Harun. 2002. Menyanggah Darwinisme.  Ebook




Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Komentar

 
Support : Biologinesia | Bio-Vid | Circle Paper
Copyright © 2011-2014. BIOLOGINESIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger